Tamiya permainan era 90an yang melegenda
KBRN, Nabire: Tamiya pertama kali dikembangkan oleh Yoshio Tamiya pada 1946 di Shizuoka, Jepang. Kala itu, Yoshio mendirikan sebuah perusahaan pengolahan kayu bernama Tamiya Shoji & Co. Dalam prosesnya, perusahaan pengolahan kayu tersebut berhasil menemukan sebuah model mainan mobil-mobilan.
Dibalik mobil tamiya yang sederhana, terdapat kisah nostalgia yang tak terlupakan. dulu di era 90an mainan ini tidak hanya sekedar mainan biasa. anak anak usia 8 - 15 tahun rela bergelut dalam dunia modifikasi tamiya, saling berlomba mempercantik dan mengubah mobil kecil mereka.
Pada waktu itu tamiya menjadi salah satu mainan yang paling banyak di cari dan di mainkan dan bahkan kita rela tidak jajan demi terkumpulya uang yang di tabung untuk membelinya. selain menjadi mainan balap, keseruan dalam merangkai mobil dari bongkar pasang sasis, bumper, dinamo hingga roller adalah momen emas di masa kecil saat bermain dengan teman sebaya.
mainan ini benar-benar menyimpan banyak cerita dan kenangan indah di kala mamsih anak-anak. Ceritabaru
Saat masuk ke Indonesia, pada era 1980-an sosok Tamiya belum mencapai puncak popularitasnya. Keberadannya tenggelam oleh permainan gangsing. Namun, saat memasuki tahun 1990-an, Tamiya berubah menjadi barang yang bukan hanya sekedar mainan. Ceritabaru
Salah satu penyebab tren Tamiya ini cepet banget populer di kalangan anak 90-an adalah serial animasi Dash Yankuro yang tayang di TVRI. Agaknya, film yang bercerita tentnag kumpulan anak pebalap Mini 4WD ini memang berasosiasi dengan brand Tamiya. Soalnya, jenis Mini 4WD yang dimiliki para tokohnya sama kayak keluaran Tamiya. Salah satunya yang populer banget adalah Dash-1 Empero.

Komentar
Posting Komentar