Rahasia Bercinta Mpok Betawi: Nikmat yang Tak Terlupakan Di sebelah rumahku tinggal keluarga Betawi, anak lelaki bungsunya teman bermainku. Dia mempunyai 3 orang kakak perempuan. Yang akan aku ceritakan di sini adalah kakaknya yang bernama Alfa. Seorang janda beranak satu. Usianya saat itu kira-kira 38 tahunan. Sebagai tetangga sebelah rumah, aku cukup akrab dengan semua anggota keluarga, sehingga aku bisa keluar masuk rumahnya dengan leluasa. Oh iya, sebelum aku lupa, mpok Alfa ini orangnya hitam manis dengan pay*dara cukup besar. Entahlah, aku sendiri saat itu tidak tau persis, karena masih ingusan. Yang aku tau, ukurannya cukup membuat anak seusiaku menelan ludah, kalau melihatnya. Seperti orang Betawi jaman dulu pada umumnya, mpok Alfa ini suka sekali, terutama kalau hari sedang panas, cuma pakai br* saja dan rok bawah. Mungkin untuk mendapatkan kesegaran. Nah aku seringkali melihat si mpok dalam mode seperti ini. Usiaku saat itu sudah memungkinkan untuk berga*rah melihat ton...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bayang-Bayang Pelarian Kisah Persetubuhan Preman Dan Istri Sahabatnya Vina merasa kecemasannya kian lama kian memuncak.Suaminya menelepon beberapa jam yag lalu dengan nada takut dan seperti dikejar sesuatu.Ramon nama suaminya.Usianya baru 35 tahun,Usia Vina sendiri baru menginjak 27 tahun,namun sebagai pasangan muda mereka belum memiliki anak. Hingga tidak heran sampai saat ini Vina masih terlihat cantik dengan kulit putih mulus dan pinggang yang ramping,tidak kalah dengan gadis remaja zaman sekarang.. Selain itu karena memang pasangan ini terlahir dari keluarga yang mapan ekonominya maka untuk kecantikan dan kebugaran tubuhnya mereka selalu terjaga. Ramon adalah seorang pengusaha muda di kota itu.Kehidupannya terlihat amat mapan ekonominya.Hingga saat ini Ramon dan Vina selalu berusaha untuk melakukan segala upaya agar mereka dikaruniai anak,namun belum ada tanda kearah itu.Hingga membuat Ramon terjebak kepada kehidupan malam dan dunia obat-obatan. Sedang Vina, memang melihat ke...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pemberian Harapan Kenikmatan: Kisah Persetubuhan ABG Cantik dan Pengemis Buta Siang yang panas, kulihat seorang pengemis didepan rumahku sedang berteduh dari teriknya matahari yg panas. saat itu dirumah tidak ada siapapun, ibuku sedang keluar kota, ayahku selalu pulang malam hari, dan si bibi sedang pulang kampung karena saat itu sudah dekat Lebaran. Karena kasihan, aku berjalan kepagar depan dan kubuka pintu pagarnya. Kupanggil dia untuk masuk ‘pak, ..pak.., mari masuk sini pak, diluar panas sekali loh..’ dia menoleh kearah suaraku, setelah kuperhatikan, ternyata dia buta. Jadi tambah iba aku padanya. ‘mari pak, aku tuntun masuk ya..’ kutuntun dia untuk masuk kedalam, ‘terima kasih ya nak..’ Perawakannya kurus, kotor dan bau. Dia hanya menggunakan sarung yg udah butut dan baju yg compang-camping, tangannya selalu memegang tongkat kayu dari potongan ranting pohon. Sesampai didalam, kududukkan dia ruang tamu dan kuambilkan segelas air minum yg dingin, dia cepat-cepat meminumnya. P...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Dua Kekasih dalam Satu Keluarga Kisah Suami yang Menyaksikan Perselingkuhan Istri dan Ibu Mertuanya dengan Lelaki yang Sama Siang itu, suasana tak terlihat secerah biasanya. Matahari bersembunyi di rimbunan mega mendung yang berwarna putih kehitaman. Angin dingin dan basah berhembus pelan, menerbangkan daun daun kering kearah balkon. Membawa pasir dan debu yang mulai mengotori lantai ubin tempat dimana aku berada. “Sebentar lagi pasti bakal turun hujan…” kataku dalam hati. Kuseruput cairan hitam pekat yang ada didalam cangkir putih itu sambil mengamati layar laptopku yang menampilkan laporan pekerjaan yang sedang aku coba selesaikan. “Kopi hangat memang teman yang cocok untuk menemani ketika menyelesaikan tugas-tugas kantor” Kuputar-putar cangkir yang hampir kosong itu ditelapak tanganku, sambil membayangkan sosok wanita yang selalu membuatkan minuman kegemaranku ketika aku mengerjakan pekerjaan kantor. “Kopi buatan Sarah memang tak ada duanya… Benar-benar nikmat….” Ucapku dalam ...