Postingan

Gambar
  Menanti Bersama: Momen yang Tak Terduga dengan Kakak Pacarku Siang itu, ponselku berbunyi, dan suara merdu dari seberang sana memanggil. “Di, kamu ke rumahku duluan deh sana, saya masih meeting. Dari pada kamu kena macet di jalan, mendingan jalan sekarang gih sana.” “Oke deh, saya menuju rumah kamu sekarang. Kamu meeting sampai jam berapa?” “Yah, sore sudah pulang deh, tunggu aja di rumah.” Meluncurlah aku dengan motor Honda ke sebuah rumah di salah satu kompleks di Jakarta. Vina memang kariernya sedang naik daun, dan dia banyak melakukan meeting akhir-akhir ini. aku sih sudah punya posisi lumayan di kantor. Hanya saja, kemacetan di kota ini begitu parah, jadi lebih baik beli motor saja dari pada beli mobil. Vina pun tak keberatan mengarungi pelosok-pelosok kota dengan motor bersamaku. Kebetulan, pekerjaanku di sebuah biro iklan membuat aku bisa pulang di tengah hari, tapi bisa juga sampai menginap di kantor jika ada proyek yang harus digarap habis-habisan. Vina, pacarku, mendapa...
Gambar
              Kenikmatan dalam Kesempatan Cerita Kakak dan Adik Ipar Nasibku memang kurang beruntung karena semenjak di PHK dari tempat kerjaku beberapa bulan yang lalu hingga kini aku belum juga mendapat pekerjaan. Sebagai seorang pengangguran, aku lebih banyak menghabiskan waktuku di dalam rumah sambil sesekali mengerjakan pekerjaan rumah tangga sementara istriku yang bekerja mencari nafkah. Aku diberhentikan oleh pihak perusahaan karena sudah beberapa kali terlibat dalam aksi demo karyawan yang menuntut kenaikan upah para pekerja. Sialnya setelah beberapa bulan tuntutan itu dipenuhi pihak perusahaan berupaya menyingkirkanku dengan mencari cari kesalahan yang pernah kuperbuat selama ini. Hari ini seperti biasanya aku perhatikan istriku yang berbadan agak gemuk sedang bersiap untuk berangkat kerja, sementara aku masih berbaring. Istriku memang harus selalu berangkat pagi, tidak seperti diriku yang lebih banyak menghabiskan waktu dirumah saja. Tidak la...
Gambar
                                            Kisah Majikan dan Pembantunya Cerita ini berawal ketika Aku di mutasi perusahaan ke daerah Bogor karena kinerja Aku di tempat asal kurang bagus..Aku sempet putus asa dan yg lebih sedih Aku harus pisah ma istri yg Aku sayangi..Tapi karena kebutuhan akhirnya Aku ambil juga itu keputusan untuk mutasi.. Sesampai di Bgr Aku dapet fasilitas kontrak rumah dari perusahaan,dan Aku dapet di daerah pinggiran kota,lumayan lah type 36,ada 2 kamar plus perabotan udah ada di sana.. Setelah 1 bulan berlalu Aku kewalahan ngurusi itu rumah,maklum Aku berangkat pagi,pulang malam,minggu pulang ke Bandung ketemu bokin ya jadinya itu rumah acak2an dan kotor banget.. Aku ngerasa ga nyaman,dan Aku mutusin untuk nyari orang buat ngurusi rumah. Aku sempatkan datangi salah satu yayasan penyalur di kota Bgr,Aku pilih 1 orang yg Aku pikir bisa kerja,orangnya ...
Gambar
  Ketika Pertemuan Terakhir Menyisakan Kenangan Tanggal 22 Mei 2024 yang lalu aku pergi ke Surabaya untuk liburan, sambil refreshinglah. Setelah berputar-putar sebentar, sorenya aku menuju rumah temanku yang sudah sangat akrab di kawasan DK. Keluarganya sudah sangat akrab dengan keluargaku, sudah seperti satu keluarga sejak aku lahir. Di rumah ini ada Mas Zani yang umurnya 22 tahun, adiknya (cewek, masih SMU), sepupunya (cewek sudah sekitar 23 tahun), dan tentu saja kedua orang tua mereka. Hari itu biasa saja, tidak ada something spesial yang terjadi. Keesokan harinya, Mas Zani mengajakku pergi makan dan jalan-jalan di mall. Eh.., ternyata dia mengajak ceweknya. Ternyata ceweknya ini kost cuma sekitar 300 meter dari rumah Mas Zani. Namanya Yeni tapi pangg*lannya Yeyen. Anaknya cakep juga, masih kuliah, umurnya 21 tahun. Kulitnya putih kekuningan meskipun keturunan Jawa tulen, tingginya sekitar 164 cm, beratnya 46 kg, tapi pinggulnya cukup besar, bodinya asyik juga, dan p*yud*ranya ...
Gambar
  Seiring Waktu: Kisah Awal Pertemuan Duda dan Janda Ditinggal mati oleh isteri di usia 39 tahun bukan hal yang menyenangkan. Namaku Ardy, berasal dari kawasan Timur Indonesia, tinggal di Surabaya. Isteriku Lia yang terpaut lima tahun dariku telah dipanggil menghadap hadirat penciptanya. Tinggal aku seorang diri dengan dua orang anak yang masih membutuhkan perhatian penuh. Aku harus menjadi ayah sekaligus ibu bagi mereka. Bukan hal yang mudah. Sejumlah teman menyarankan untuk menikah lagi agar anak-anak memperoleh ibu baru. Anjuran yang bagus, tetapi saya tidak ingin anak-anak mendapat seorang ibu tiri yang tidak menyayangi mereka. Karena itu aku sangat hati-hati. Kehadiran anak-anak jelas merupakan hiburan yang tak tergantikan. Anita kini berusia sepuluh tahun dan Marko adiknya berusia enam tahun. Anak-anak yang lucu dan pintar ini sangat mengisi kekosonganku. Namun kalau anak-anak lagi berkumpul bersama teman-temannya, kesepian itu senantiasa menggoda. Ketika hari telah larut mal...